Rindu pada Musim

20.49 Unknown 1 Comments



Musim berlalu seperti angin siang ini
Hujan panas silih berganti
Kadang seperti membiarkan bumi beradu pada bulan
Tak apa, aku akan di sini seperti saat yang sama kau singgahi.

Dunia boleh saja berkata bahwa daun tidak akan kembali segar setelah berguguran
Tapi aku percaya pada keajaiban
Bahwa doa seperti mantra-mantra yang membangkitkannya
Membawa pada kedalaman mimpi
Dan mengangkatnya kembali ke permukaan
Seperti aku saat yang sama kau singgahi.

Harapan pada kehampaan bukan tanpa makna
Seperti ruangan kosong gendang
Memberikan suara nan menantang
Di antara sela-sela udaya yang bergerak dalam seruling
Seperti aku saat yang sama kau singgahi

Meski pertemuan demi pertemuan tetap berada di sana
Kutanam kuncup dalam tanah basah
Dan berharap musim menjadi doa dan mantra
Seperti kata-kata ini,, menjadi keajaiban.

Seperti aku saat yang sama kau singgahi.

You Might Also Like

1 komentar: